Cerita Seks Terbaru Dewasa Sex

Tempatnya Cerita Seks Terbaru Cerita Sex Dewasa Dan Cerita Panas

Cerita Bokep Mau Nyolong Eh Malah Jadinya Ngentot Tante Jablay



Cerita Bokep Mau Nyolong Eh Malah Jadinya Ngentot Tante Jablay - Cerita Sex , Cerita Dewasa , Cerita Panas - Hujan deras di malam ini membuat semua orang malas untuk pergi keluar , suasana malam ini sangat dingin semakin menambah alasan untuk orang-orang tidak pergi keluar rumah , begitupula dengan suasana sekitar rumah Anita , para tetangga kiri-kanan dan di depan rumah Anitapun enggan untuk keluar rumah , tidak ada satupun dari para satpam yang meninggalkan pos jaga mereka , tidak seperti biasanya mereka selalu terlihat mengobrol di jalanan komplek perumahan mewah itu .


Ternyata tidak semua orang malas berada di luar rumah , sebuah mobil minibus berjalan perlahan memasuki komplek perumahan mewah itu , tidak ada seorangpun yang menyadari mobil itu memasuki komplek perumahan mewah itu , karena derasnya hujan sehingga suara mobil itu tidak terdengar oleh seorangpun apalagi lampu mobil itu tidak dinyalakan , seolah-olah sedang mencari alamat ke empat orang di dalam mobil itupun menengok ke kiri dan kanan jalan , terlihat mobil itupun berhenti di depan rumah Anita .

“Nampaknya rumah ini yang paling bagus , boss ,” kata salah satu orang di dalam mobil itu .

“Hhmmmm… . Rumah baguskan belum tentu isinya bagus juga ,” kata orang yang dipanggil boss .

“Tapi boss , kita coba dulu masuk ke situ kalau tidak bagus kita pindah ke rumah yang lainnya ,” sahut yang satunya lagi .

“Hhhmmm…baiklah… kita coba masuk kerumah yang ini dulu , baru kalau tidak bagus kita pindah ke rumah yang lainnya , gua jalanin ilmu sirep gua , hhhmmmm . .kalau gua jalanin dari sini dengan rumah-rumah sebesar ini paling ilmu gua bisa bikin tidur sekitar 10 rumah , jadi kita harus gerak cepat kalau tidak ada yang bagus dalam rumah ini , ilmu gua bisa bertahan hanya sampai subuh saja , begitu kedengaran adzan subuh ilmu gua pasti hilang pengaruhnya , sekarang jam 9 malam jadi waktu kita lumayan banyak , untuk masuk ke setiap rumah-rumah yang kena pengaruh ilmu sirep gua ,” kata orang yang dipanggil boss itu .

“Beres Boss ,” kata ketiga orang lainnya serempak .

Terlihat sang Boss mulutnya berkumat-kamit merapal ajian ilmu sirepnya , di dalam pos jaga , Marno dan Dayat yang kebetulan sedang tugas di malam ini terlihat sedang asyik menonton acara TV , keduanya terlihat tertawa-tawa menyaksikan lawakan-lawakan di acara TV tersebut , mereka tidak menyadari kehadiran sebuah mobil di depan rumah Anita ini , karena suara hujan yang keras berjatuhan di genteng pos mereka yang kadang-kadang dibarengi suara guntur yang menggelegar serta suara TV mereka yang keras . Tak lama mulai terlihat Marno dan Dayat menguap berkali-kali , kantuk mulai menyerang mereka , kelopak mata mereka terasa berat , tanpa mereka sadari keduanya jatuh tertidur dengan lelapnya , mereka berdua sudah terpengaruh oleh ilmu sirep yang dilancarkan orang yang di dalam mobil minibus itu .

Saat mobil minibus itu berhenti di depan rumah Anita , Anita baru saja selesai mandi dan sedang memakai cream malam di depan meja riasnya , tubuhnya yang seksipun belum mengenakan satu helai kainpun , selesai memakai cream malamnya Anita merasakan kantuk yang sangat kuat menyerang dirinya , dia merasakan kelopak matanya sangat berat untuk dibuka , karena sudah tidak tahan lagi akhirnya diapun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya dalam keadaan telanjang bulat , terlihat Anita sudah tertidur dengan lelapnya , Anita sudah tidak memperdulikan dirinya belum mengenakan pakaian tidurnya karena rasa kantuknya yang sangat kuat mendera dirinya ini . Rasa kantuk yang sangat kuat ini dirasakan pula oleh para pembantunya , merekapun tertidur dengan lelapnya , bukan hanya orang-orang di rumah Anita saja yang terserang kantuk yang sangat kuat itu , tetapi orang-orang di rumah-rumah di sekitar rumah Anitapun terserang rasa kantuk ini dan merekapun jatuh tertidur tanpa menyadari bahwa mereka semua telah terkena ajian sirep orang yang di dalam mobil minibus itu .


Kira-kira seperempat jam setelah melancarkan ajian sirepnya , salah satu dari keempat orang itu keluar dari mobil dengan mengenakan payung , orang tersebut perlahan-lahan menghampiri gerbang rumah Anita , dari celah pintu gerbang orang tersebut mengintip keadaan di balik pintu gerbang itu , matanya langsung tertuju kearah pos satpam , dan orang tersebut melihat ke dua satpam rumah Anita sudah terkulai , orang inipun tersenyum lalu tanganya menyusup masuk ke dalam pintu gerbang kecil itu dan menarik grendel pintu gerbang kecil itu , diapun masuk ke dalam gerbang , setelah berada di dalam dia menutup pintu gerbang kecil itu , orang tersebut menuju ke pos satpam dan memastikan bahwa ke dua orang satpam yang ia lihat itu benar-benar tertidur , setelah yakin kedua satpam itu tertidur pulas , dia lalu membuka pintu gerbang utama rumah Anita dan memberi tanda kepada orang di dalam mobil untuk memasukkan mobilnya . Mobil minibus itupun memasuki pekarangan rumah Anita , orang itupun menutup kemabli pintu gerbang utama rumah Anita setelah mobil minibus itu berada di dalam pekarangan rumah Anita , sang sopir memarkir mobilnya di bawah awning di depan garasi rumah Anita , terlihat setelah menutup pintu gerbang utama itu orang tersebut segera menghampiri ketiga rekannya yang saat itu keluar dari mobil .

“hehehehehe…hebat boss , ilmumu hebat , pada ngorok dach tuch satpam , perlu gua ikat gak boss ,” kata orang itu .

“hehehehehe…iyach dong gak percuma gua berguru sepuluh tahun , gak perlu mereka gak akan bangun biar ada gempa sekalipun , mereka semua bisa terbangun kalau mendengar adzan subuh saja , dan tidak akan menyadari bahwa mereka baru saja terkena ajian gua ,” kata si Boss .

“Ayo sekarang kita masuki rumah ini , kita lakukan dengan cepat , kalau hasilnya kurang memuaskan , kita bisa garap rumah yang lainnya ,” lanjut si Boss .

“Siap boss ,” ketiga orang itu menjawab serempak .

Ke empat orang itu mulai memasuki rumah Anita melalui pintu garasinya , satu per satu ruangan di rumah Anita mereka masuki dan mereka periksa semuanya tanpa terlewat , satu per satu setiap lemari dan laci mereka geledah , mereka menggeledah dengan teliti tanpa mengobrak-abrik isi dari lemari atau laci , nampaknya mereka sudah sering melakukan perampokan , terlihat dari cara mereka yang tenang tidak tergesa-gesa dan tidak mengobrak-abrik isi lemari atau laci , sehingga si empunya baru menyadari mereka kerampokan adalah saat mereka membutuhkan barang-barang mereka , dan nampaknya juga mereka tidak memperdulikan dengan barang-barang elektronik , yang mereka incar adalah perhiasan-perhiasan .

Ruangan demi ruangan telah selesai mereka geledah , perhiasan yang telah mereka dapatkan saat ini tidaklah terlalu banyak karena mereka hanya mendapatkan dari kamar anak tirinya Anita dan dari ruang kerjanya saja , terlihat wajah mereka menampakkan kekecewaan dengan hasil yang telah mereka peroleh saat ini , yang tertinggal belum mereka geledah hanya 1 ruangan lagi , dan ruangan itu adalah kamar tidurnya Anita , mereka berempat sangat berharap dari ruangan yang tersisa ini mereka akan mendapatkan lebih banyak lagi perhiasan agar mereka tidak perlu menjarah rumah-rumah yang lainnya , 1 rumah sudah cukup untuk malam ini bila mereka memperoleh perhiasan yang cukup untuk dibagi berempat .


Ke empat orang inipun bergegas masuk kedalam kamar tidur Anita , orang terakhir menutup pintu kamar tidur Anita dan menguncinya , mereka selalu melakukan hal tersebut sekedar berjaga-jaga saja apabila ada orang yang terbangun dari ajian boss mereka walaupun boss mereka bilang bahwa tidak ada yang bangun sebelum adzan subuh , saat ke empat orang itu menyusup masuk ke dalam kamar tidur Anita itu , mereka menjadi tertegun saat melihat di atas tempat tidur tergolek sesosok tubuh wanita telanjang , ke empatnya hampir berbarengan menelan air liur mereka masing-masing .


Ke empat pasang mata mereka terbelalak saat melihat tubuh telanjang Anita , mereka melihat sepasang bukit kembar Anita yang mengkal seperti tak pernah tersentuh oleh tangan lelaki bergerak perlahan naik turun seiring dengan nafas Anita yang sedang terlelap tidur , mereka juga melihat gundukan hitam yang terawat di atas belahan memek Tantenya , kemaluan mereka segera menggeliat bangun melihat pemandangan seperti ini yang belum pernah mereka lihat seumur hidup mereka .


Keempat orang ini bukanlah baru pertama kali melihat perempuan telanjang , sudah sering mereka melihat tubuh-tubuh telanjang , tapi baru pertama kali ini mereka melihat tubuh telanjang yang semulus ini dan kedua payudaranya yang sangat indah , ke empat orang ini berpandangan mata , di wajah mereka tersungging senyuman , nampak ke empat orang itu menghampiri tempat tidur Anita , rupanya mereka lupa dengan tujuan mereka yaitu merampok rumah Anita ini , saat ini dalam pikiran mereka adalah ingin melampiaskan nafsu birahi mereka pada tubuh telanjang Anita , ke empat orang ini bagaikan singa-singa lapar yang mendapatkan suguhan daging yang siap di santap , tanpa ada yang memberi aba-aba ke empat orang itu serempak melucuti pakaian yang mereka kenakan . Dengan tubuh yang sudah telanjang bulat dan dengan kemaluan yang sudah berdiri ngaceng , ke empatnya kembali berpandangan sambil menyeringai , malam ini mereka mendapatkan durian runtuh karena mereka akan menikmati tubuh mulus si empunya rumah , mereka tahu bahwa tubuh telanjang yang berada di depan mata mereka adalan si empunya rumah karena mereka lihat dari bentuk dan besarnya kamar tidur ini , tapi yang mereka tidak sangka adalah si empunya rumah ini sangat cantik dan memiliki tubuh yang seksi , dan secara kebetulan juga mereka mendapatkan nyonya rumah ini tertidur dalam keadaan telanjang bulat serta sendirian di kamar tidurnya .

Tubuh telanjang ke empat orang itu dengan senjata masing-masing yang teracung menghampiri tubuh telanjang Anita yang sedang terlelap tidur , tubuh Anita dengan mudah mereka geser ke tengah tempat tidur , salah satu dari ke empat orang itu yang selalu dipanggil boss oleh yang lainnya segera menghampiri bagian bawah tubuh Anita , kedua kakinya Anita di buka lebar-lebar , sehingga bibir memek Tante Anita terpampang dengan jelas oleh mata mereka , kedua tangan si boss mulai merambah bibir memek Tante Anita dan mulai menguakkan memek Tante Anita , sehingga lubang senggama Anita yang berwarna merah muda terpampang di mata si boss rampok itu , terlihat lubang senggama Anita begitu kecil si bosspun menyeringai melihat hal itu .

“Gila…lubang memek Tantenya masih rapet nich , kecil bener seperti lubang memek Tante perawan aja ,” kata si Boss .

“masa sich boss , dia kan punya suami masa lubang memek Tantenya kecil ,” kata si orang yang membuka pintu gerbang .

“Loe lihat aja sendiri kalau gak percaya Dul ,” kata si boss .

“Hahahaha…si Abdul bukan gak percaya boss , tapi dia pengen lihat tuch ,” kata orang yang satunya lagi .

“Ehhh…kan bukan gua aja yang pengen lihat , loe sama si komar pasti pengen juga lihat kan ,” kata si Abdul .
“Lha kalau gua sih pasti pengen lihat yang di bilang si boss , kalau si Amir sich gak mau lihat , hehehehe…dia sih mau masukin Tantekontolnya aja tuch ,” kata si Komar

“hehehe…kalau itu sich pasti , tapi gua juga penasaran ama perkataan si boss tuch , masa sich orang yang punya suami lubang memek Tantenya kecil , seperti gak pernah dientot aja ama lakinya ,” kata si Amir .

“Ckckckckkckck… . .” ketiga orang itu berdecak setelah menyaksikan lubang memek Tante Anita yang betul-betul kecil seperti tidak pernah di terobos kemaluan lelaki saja .

“Khan…bener yang gua bilang , ini suaminya pasti udah impoten , punya istri bahenol seperti begini gak pernah dipakai ,” kata si Boss .

“kita aja yang bantuin suaminya boss , biar nich nyonya bisa ngerasain enaknya di entot ,” kata si Abdul .

“Hehehehe… .tenang Dul , gua dulu baru udah gitu giliran kalian ngerasain nich memek Tante ,” kata si boss .

“Untuk sekarang kalian nikmatin saja dulu minuman pembukanya , giliran jangan rebutan ,” kata si boss sambil menunjuk kedua payudara Anita .

Komar , Amir dan Abdul berunding menentukan siapa yang duluan mengenyot-ngenyot susu Anita , akhirnya mereka memutuskan Amir dan Komar yang bertugas mengenyoti payudara Anita sementara Abdul kebagian bibir Anita , Anita mendesah dalam tidurnya saat kedua mulut Amir dan Komar menyerang kedua buah dadanya , Amir menyerang payudara Anita yang sebelah kiri sementara yang sebelah kanan di serbu dengan penuh nafsu oleh Komar , kedua orang itu menghisap-hisap kedua putingnya Anita dengan rakus sementara tangan merekapun tidak mau ketinggalan meremas-remas payudaranya yang mengkal .

“Hhhhmmmm…sslrrrpppp… .gilaaaa…bosss…teteknya aja masih mengkal bener nich… hhmmmm…sssllrrrppp . .hhhmmm…sslrrrppp… .tetek perawan aja kalah mengkalnya… . Hhhmmmm…ssllrrrppp… .kayanya nich tetek di kasih silikon nich ,” kata Amir di tengah kesibukannya menghisap-hisap payudara Anita .

“Iyaachhh…bosss…bener…kata si Amir…wuiiihhh…beruntung bener nich kita malam ini ,” Komar menimpali perkataan Amir .

“yach udah nikmatin aja rejeki nomplok ini , gak akan ketemu dua kali yang model beginian sich , gua mau nikmatin ngejilat memek Tantenya yang sempit ,” kata si boss . Lidah si boss mulai menjulur ke bibir memek Tante Anita , dengan penuh nafsu bibir memek Tante Anita mulai dijilatinya , diselingi dengan hisapan-hisapan lembut di kelentitnya Anita , terdengar Anita mendesah kembali di dalam tidurnya , suara desahan Anita bercampur aduk dengan suara sruputan ketiga orang itu yang sedang asyik menghisap-hisap kedua tetek dan kelentit Anita , sementara Abdul hanya pasrah mendapatkan bibir Anita , dia hanya bisa mengoles-oleskan kemaluannya di bibir Anita yang sedang mendesah , entah Anita sedang bermimpi apa saat ini . Kedua putingnya Anitapun sudah mencuat , karena hisapan Amir dan Komar , kedua putingnya itu sudah mengeras , lidah Amir dan Komarpun menari-nari di kedua putingnya Anita itu , sementara si bosspun melihat kelentitnya Anita sudah menongol keluar dari persembunyiannya akibat hisapan-hisapannya , memek Tante Anitapun sudah mulai basah oleh air ludah si boss dan cairan precumnya Anita , si boss sudah merasakan memek Tante Anita yang sedang di jilatinya itu mengeluarkan cairan precumnya , karena lidahnya sudah merasakan memek Tante itu menjadi asin .

“hhhmmmm… .sslllrrrppp… .gila…nich . .memek Tante . .wangi bener…gurih lagi rasanya…bener-bener jarang dipake nich memek Tante… .kasihan bener nich cewek . .gak pernah disentuh ama lakinya… .” Kata si boss di tengah kesibukannya menjilati memek Tante dan menghisap klitoris Anita . Si boss tidak tahu bahwa memek Tante Anita sudah mendapatkan servis dari Ki Jaya sehingga memek Tantenya seperti tidak pernah dipake dan memek Tantenya selalu wangi .

“Boss , gimana kalau ini cewek boss bikin sadar , biar punya gua bisa diemut-emut mulutnya nich ,” kata Abdul .

“Sabar Dul , nanti juga dia akan sadar sendiri , ilmu sirep gua bukan hanya sirna kalau ngedengin adzan subuh tapi juga hilang dengan sendirinya bila yang terkena ilmu sirep gua , lubang memek Tantenya dimasukin Tantekontol gua , jadi sabar ntar begitu Tantekontol gua mulai masuk ke dalam lubang memek Tantenya , dia akan sadar dengan sendirinya ,” jelas si boss .

“Yach udah cepet masukin tuch Tantekontol , biar Tantekontol gua juga bisa ngerasain diemut-emut bibir nich cewek ,” kata Abdul lagi .

“hehehehehe…gak sabaran bener loe ,” kata si boss .

Si bosspun mulai bersimpuh di depan selangkangan Anita , dia mulai mengarahkan kemaluannya ke memek Tante Anita , kepala TanteTantekontolnya mulai ia selipkan di belahan memek Tante Anita ,

Sssllleeeeeeppppppp… .nampak kepala Tantekontolnya mulai hilang dalam jepitan memek Tante Anita , si boss melenguh panjang bersamaan dengan lenguhan Anita yang masih tertidur itu .

“ooouuugghhhhh… .gilaaaa… .memek Tantenya bener-bener rapet… . ,” lenguh si Boss merasakan jepitan memek Tante Anita yang sangat ketat menjepit kepala Tantekontolnya .

Kedua tangan si boss mulai memegangi bagian dalam paha Anita dan menekannya keluar sehingga kedua kaki Anita semakin mengangkang , lalu dengan perlahan dia mulai melesakkan Tantekontolnya menerobos lubang senggama Anita , si boss merasakan betapa sempitnya lubang senggama Anita ini , dinding memek Tantenya menempel ketat pada batang kemaluannya , si boss ini merasakan enak yang sangat luar biasa , lenguhan panjangnya terdengar saat dia menekan masuk kemaluannya itu .

“Ooooooooohhhhhh…mak dirodok , memek Tantenya peret sekali… . .ooooohhhhhhhh…Tantekontol gua …oooooooooohhhhh… .kejepit sekali……” lenguh si boss .

Betul apa yang dibilang si boss , saat kemaluan si boss mulai menerobos lubang memek Tante Anita , perlahan-lahan Anita mulai membuka matanya dan Anita terkejut saat melihat tubuh telanjang Abdul dan batang kemaluannya yang menempel di bibirnya , ia berusaha bergerak tapi usahanya sia-sia karena tubuh , tangan dan kakinya berada dalam cengkraman ke 4 orang itu , Anita baru menyadari bahwa bukan hanya Abdul saja yang ada dalam ruangan ini , tetapi ada 3 orang lagi yang berada dalam ruangan ini dan tubuh merekapun tanpa penutup sehelai kainpun . Anita heran dengan kehadiran ke empat orang tak dikenal ini di kamar tidurnya dan dalam keadaan bertelanjang bulat , dan ia bertambah heran karena saat ini dia merasakan lubang memek Tantenya tersumpal oleh kemaluan salah satu dari keempat orang ini , dalam hatinya dia sebetulnya merasa senang karena malam ini memek Tantenya sedang tersumpal oleh kemaluan lelaki , tapi dia pura-pura berontak mencoba untuk melepaskan sumpalan kemaluan tersebut di lubang memek Tantenya , tapi rontaannya tidak membuahkan hasil karena ke empat orang ini memegangi dengan kuat , tubuh mereka tidaklah besar tapi berotot dan keempat tubuh mereka banyak dihiasi dengan tatoo , wajah mereka semua sangat menyeramkan jauh dari tampan , Anita menyadari bahwa rumahnya saat ini kemasukan perampok yang saat ini sedang berada di dalam kamar tidurnya , dan salah satu dari mereka sedang membenamkan kemaluannya ke dalam lubang memek Tantenya .

“Eeeehhh…mau apa kalian… .lepaskanaku…jangan…jangan…tolong ambil yang kalian mau tapi jangan perkosaaku , heeeeggghhhh ,” kata Anita sambil masih berusaha meronta dan melenguh saat si boss membenamkan dalam-dalam Tantekontolnya di dalam lubang memek Tantenya .

“Sssstttt…tenang…neng…tenang…biarpun kamu berteriak sekuat-kuatnya tidak akan ada yang mendengar dan tidak akan ada yang datang untuk menolong , jadi nikmatin aja titit-titit kami ini , hehehehehehe…kamu pastikan merasa kesepian tidak pernah ada yang memberikan kehangatan… .sama . .hehehehe…tidak pernah ada yang menengoki memek Tantemu , jadi biar kami yang memberikan itu semua sama kamu ,” kata Abdul sambil berusaha memasukkan Tantekontolnya ke dalam mulut Anita .

Anita masih berusaha meronta dan kepalanya bergoyang ke kiri dan kanan menghindari Tantekontol si Abdul yang sedang berusaha untuk memasuki mulutnya , sementara Amir dan Komar menahan dengan kuat kedua tangan Anita , dan mulut mereka masih menyerang kedua payudara dan putingnya , dan si boss yang saat ini sedang merasakan Tantekontolnya terbenam dalam memek Tante Anitapun memegangi dengan kuatnya kedua kakinya , kedua tangannya yang berotot memegangi dengan kuat kedua paha Anita dan menekannya kearah luar sementara itu pantatnya mulai memompa maju-mundur , dan si boss mulai merasakan ketatnya dinding memek Tante Anita bergesekan dengan batang kemaluannya yang keluar-masuk seirama dengan gerakan maju-mundur pantatnya .

”oooooggghhhh…gila…neng…memek Tantemu bener-bener rapet sekali nich , eecchhhh… berdenyut lagi . . uuuiiiiihhhh… .Tantekontolku seperti diremas-remas sama memek Tantemu nich… . Oooohhhhh… .goblok bener nich suamimu neng , punya memek Tante begini gak pernah dipakai , biarlah gua aja yang makai dan menikmati memek Tante sempit ini ,” lenguh si boss .

Abdul masih berusaha memasukkan Tantekontolnya ke dalam mulut Anita , dengan dengkulnya dan tangan kirinya dia menahan kepala Anita agar tidak bisa bergoyang kekiri dan kekanan , lalu tangan kanannya memegangi Tantekontolnya dan menekankan ke bibir Anita , karena mulut Anita masih tertutup akhirnya dia memencet hidung Anita sehingga Anita gelagapan berusaha nafas dengan mulutnya , saat mulutnya Anita terbuka dengan sigap Abdul memasukkan Tantekontolnya ke dalam mulut Anita .

“Gggggllluuuuupppp……” Anita gelagapan saat Tantekontol Abdul menerobos mulutnya .

“Oooooohhhhh… .ayo neng emut-emut Tantekontolku ini……jilatin Tantekontolku…ayooo…gak usah malu-malu…kan kamu jarang dapet Tantekontol neng , ini mumpung ada jadi nikmatin ajach . .hehehehehehe ,” Abdul terkekeh saat berhasil memasukkan Tantekontolnya ke dalam mulut Anita .

Diserang oleh ke empat orang ini Anita sebetulnya merasa senang , dia berpikir malam ini dia akan dapat menikmati 4 batang kemaluan mereka , tapi karena mereka bukanlah orang-orang yang ia kenal , maka dia tetap pura-pura berusaha menolak sambil dia mulai merasakan enak memek Tantenya disodok-sodok oleh kemaluan si boss , Anita berusaha tidak memperlihatkan dan mengeluarkan suara-suara desahan , karena dia ingin merasakan perkosaan yang sedang di alaminya ini , perbuatan kasar mereka memberikan sensasi kenikmatan yang berbeda . Memang perbuatan-perbuatan ke empat orang ini kasar-kasar , si boss yang sedang mengeluar-masukkan Tantekontolnya di memek Tante Anita , sodokan-sodokan yang di lakukannya terbilang kasar terutama saat dia menghujamkan batang itu ke dalam lubang Anita , gerakan keluar masuknya tidak bisa dibilang halus , entah karena si boss ini mantan residivis jadi perbuatannya kasar atau karena dia sangat bernafsu sekali menyetubuhi Anita , Tantekontolnya keluar masuk di lubang senggama Anita dengan cepat dan kasar , Anita ingin mendesah keenakan tapi dia berusaha untuk menahan mulutnya tidak mengeluarkan suara desahan .

Amir dan Komarpun perlakuan mereka di kedua payudara Anita sangat kasar , remasan-remasan tangan mereka sungguh kasar entah karena tangan mereka yang kasar atau karena mereka memang kasar karena mereka juga bekas residivis , terlihat kedua payudara Anita yang mengkal itu memerah bekas jari-jemari tangan mereka , kedua putingnya Anitapun tak luput dari perlakuan kasar mereka , kedua putingnya Anita terlihat semakin mencuat dan mengeras akibat perlakuan kasar mereka , kedua putingnya Anita sering mereka tarik-tarik menggunakan mulut mereka dan dihisap-hisap dengan kuatnya . Abdulpun begitu juga , Tantekontolnya sering ia pukul-pukulkan di bibirnya Anita , dan saat di dalam mulut Anita iapun menyodok-nyodokkan Tantekontolnya itu dengan kasar , terlihat pipi Anita sering melembung akibat sodokan Tantekontolnya , Anitapun sering gelagapan saat Abdul menyodok-nyodokkan Tantekontolnya itu , tapi Anita sendiri merasakan enak dan sakit di perlakukan begitu oleh mereka .

“Sudddaaahhhh…hentikaan…jangan…aaaduuuuhhh…sakiitt…saakiiittt…toooloongg…hentikan…aaddduuuhhhh… . .to loooonnggg…hentikkaaannn… .suddaaahhh…adduuuhhh…amp uuuunnn… .sakiiiittt… .” Anita pura-pura merintih kesakitan tapi sangat menikmati permainan mereka .

“Oooohhhhh…aaachhh…neng…nikmatin…aja… .hehehhehe… .o oooohhhhh… .memek Tantemu bener-benerrr… . .enaaak… .belum pernah gua nikmatin memek Tante yang seenak punyamu neng… .oooohhhhhh… .” si boss mendesah keenakan .

“Iyaaachhh . .nich…bosss… . .mulutnya…juga enak…lembut di Tantekontolku… . .hehhehehe… . boss…cepetan dach tuch ngentotin memek Tantenya…gua juga pengen ngerasain batang gua di jepit memek Tantenya nich… .oooooooohhh… .” kata si Abdul .

“Emang loe doang yang pengen ngerasain jepitan memek Tantenya Dul , gua juga pengen nich , hehehehehehe… . .toketnya… .mengkal sekali nich… .hhhhmmm…sslllrrpppp… . putingnya udah ngaceng nich boss… .nampaknya si eneng nich sudah terangsang juga… .hhhmmm . … .sssllrrrppppp… . .sakit tapi enak yach neng… .hehehehhe… . .hhhmmm…sssllrrrpppp… ,” kata Amir yang sibuk dengan tetek Anita .

“hooh… .gua juga pengen…nich…Tantekontolku udah ngaceng bener nich… .pengen masuk ke dalam memek Tantenya… . .masa…gua cuman ngisepin toketnya doang… . .nich putingnya juga udah ngaceng gua isepin… .hehehhee… . .” kata si Komar yang sama-sama sibuk di payudara yang satunya .

Selama ini belum pernah Anita mendapat perlakuan kasar seperti sekarang dia alami , biasanya lelaki yang menyetubuhinya memperlakukannya dengan lembut , walaupun Bambang pernah memperkosanya tapi tidak sekasar yang mereka lakukan sekarang ini , Anita merasakan sakit tapi juga enak , dia ingin mendesah dan merintih-rintih , tapi dia berusaha menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara desahan atau rintihan . Abdul dan bossnya semakin gencar mengeluar-masukkan kemaluan mereka di mulut dan memek Tante Anita , keduanya seperti sedang berlomba untuk mencapai puncak kenikmatan mereka , gerakan mereka berdua bertambah cepat , Anita semakin bertambah gelagapan meladeni kemaluan Abdul yang keluar masuk di mulutnya , pipinya Anita terlihat menggembung dan mengempis dengan cepat juga seirama dengan keluar masuk Tantekontol Abdul , gerakan merekapun sudah mulai tidak beraturan , nampaknya Abdul dan sang boss akan segera mencapai puncak kenikmatan mereka .

“Oooohhhh…neeeenngg… .enaaaknya…ngentotin memeeekkmuuu… . .oooohhhh… gua udah gak tahan lagi nich… .ooohhhh…gua mau ngecreeett… . .oooohhhh…neeenggg enak . Guaaaa keluaaaarrr…aaacchhhh… .neengg… .terimmaaa…pejuh guaaa…nichhh…aahhh sedaaaappp… . .” si boss mengerang panjang .

Creeeettt… .creeeettt…creeettt… .creeetttt…Tantekontol si boss menembakkan air maninya di dalam rongga senggama Anita , Anita merasakan betapa hangatnya cairan sperma si boss ini , terlihat si boss menekan dalam-dalam Tantekontolnya bersamaan dengan muncratnya air maninya itu , tubuh si boss mengejang saat menembakkan spermanya .

Creeeettt… .creeeettt… .ccreeettt… .creeettt… .sperma Abdulpun ikutan muncrat di dalam mulut Anita , bertepatan dengan Tantekontolnya memuntahkan lahar kenikmatannya Abdulpun menekan Tantekontolnya ke dalam mulut Anita , Anita bertambah gelagapan saat Tantekontol itu masuk lebih dalam di mulutnya sehingga menyentuh anak tekaknya dan Anitapun tersedak saat sperma si Abdul mulai membanjiri kerongkongannya .

“Neeengg… .gua juga ngecret nich…oooohhh… .telan pejuhku… .neng… .oooohhhh…” Abdul mengerang menyambut puncak kenikmatannya .

“Uuhuuk…uuuhukk… . .aaarrrgghhh… .uuuhuukkk…uuhuuukkk … .” Anita tersedak saat kerongkongannya diterjang sperma si Abdul .

Setelah tetes terakhir air mani mereka menetes keluar , keduanya hampir berbarengan mencabut kemaluan mereka masing-masing dari mulut dan memek Tante Anita , sang boss melihat lubang senggama Anita empot-empotan seperti pantat ayam , dan dari dalam lubang memek Tante Anita mengalir cairan putih kepunyaannya , spermanya mengalir keluar perlahan-lahan seolah-olah sedang dipompa keluar oleh lubang senggama Anita yang sedang empot-empotan itu .

“Boss…giliran kita nich…ngerasain memek Tantenya dong ,” kata si Amir

“Mar , gua duluan yach ngentotin memek Tantenya si eneng ini , hehehehe loe terakhir aja yach ,” lanjut si Amir , sambil memposisikan tubuhnya di depan selangkangan Anita .

“Waahhh… .masa gua terakhir sich , kita barengan aja Mir , loe ngentot memek Tantenya , biar gua yang entot boolnya… .hehehehe…pasti enak juga tuch… .gua pengen nyobain kaya di film-film tuch…pasti bool si eneng masih perawan ,” kata si Komar .

“Yach udah kalau loe mau ngentotin bool si eneng , berarti si eneng harus naikin gua , ayo neng buruan , gua udah gak tahan pengen ngerasain sempitnya memek Tantemu . .hehehehe… tadikan lubang atas dan bawah loe udah ngerasain Tantekontol-Tantekontol boss gua dan si Abdul , sekarang lubang depan dan belakang ngerasain kita punya…hehehehhe ,” kata si Amir sambil menarik tangan Anita untuk bangun dan menindih tubuhnya .

Si Abdul dan sang boss membantu Amir dengan memposisikan tubuh Anita diatas tubuh si Amir , dan memposisikan selangkangan Anita diatas selangkangan Amir , Amir mendapatkan bantuan dari si Abdul dan sang boss , melepaskan pegangannya pada Anita dan mulai memegangi Tantekontolnya sendiri , dia pegangi Tantekontolnya sehingga berdiri tepat berhadapan dengan memek Tante Anita , kepala Tantekontolnya dia arahkan ke lubang memek Tante Anita dan diselipkannya…sssslllleeeeeeppppp…kepala Tantekontol itu pun terjepit oleh memek Tante Anita ,

“Uuuaaaahhhh…bener… .kata si boss nich . . .memek Tantenya rapet…hehehehe…Dul…tekan tubuh si eneng kebawah dong . . . hehehehe… .biar si ujangku masuk kedalam memek Tantenya” kata si Amir .

Si Abdul dengan dibantu si boss mulai menekan tubuh Anita kebawah , dan . .bblllleeesssss Tantekontol si Amir tertelan seluruhnya oleh memek Tante Anita , Komar yang melihat memek Tante Anita sudah menelan Tantekontol Amirpun mulai menghampiri mereka , didorongnya tubuh Anita hingga jatuh dalam pelukannya . Amir segera memeluk tubuh Anita dengan erat sehingga Anita sulit untuk berontak , lalu Komar menyelipkan Tantekontolnya ke lubang anus Anita… .ssslleeeeppppppp… . .kepala Tantekontolnya mulai menyeruak masuk di lubang anus Anita , tanpa menunggu lama lagi Komar yang memang sudah sangat bernafsu itu segera menghentakkan Tantekontolnya kuat-kuat , bbbblllleeeeeeesssssssss……Tantekontol itu masuk seluruhnya di dalam lubang anus Anita .

“Aaadddduuuhhhhh…… . .saaakiiittt… . .aaduuuuhhh… .ssud aaahhh…cabut…pantatku sakit adduuuhhh… .aampuuunn…sudaah…ammpuuunn…jangan…terus in . .aduuhh… .” Anita berpura-pura kesakitan padahal dia sedang merasakan keenakan di terobos oleh kedua batang kemaluan mereka .

“Wuuihhh… .emang belon pernah ada yang pakai nich boolnya si eneng , asli masih rapet-pet…hehehehhee…beruntung gua dach dapatin lobang yang masih perawan…uuuhhhh gillaaaa… .ngempot juga nich bool kaya boolnya ayam…hahahahaha…Mir…enak juga nich dapetin bool si eneng” Kata si Komar

“Uuuuhhh…memek Tantenya tambah sempit aja nich , gara-gara Tantekontolmu nyumpalin boolnya tuch , emang enak nich memek Tante si eneng , jarang dipake ama lakinya kita yang beruntung jadinya ngerasain rapetnya memek Tante si eneng…hehehehe…” kata si Amir .

“Mar , boolnya masih perawan tar gua mau nyobain juga ach… .memek Tantenya masih rapet seperti memek Tante perawan , eeehhh…boolnya juga gak pernah ada yang pakai , komplit dach si eneng nich punya dua lubang yang satu jarang dipake yang atunya masih perawan…” kata si boss .

“iyach nich boss , sepertinya baru kita nich yang pakai , rapet bener nich boolnya…enak boss , boolnya juga ngempot nich boss… .uuuuiiihhh…nikmaaaaat… .ooooohhhh… .” kata Komar lagi sambil mulai mengeluar masukkan Tantekontolnya itu dalam lubang anusnya Anita .

Dengan kedua tangan memegangi pinggang Anita , Komar mulai memaju-mundurkan tubuhnya Anita dengan cepat , sehingga kedua batang kemaluan mereka dengan cepat keluar masuk di dalam lubang memek Tante dan anus Anita , Komar dan Amir melenguh keenakan merasakan sempitnya lubang-lubang Anita , Anita sendiri merasakan enak disetubuhi oleh mereka ini ,

sssrrrttttt…blleeeess… .srrrrttt…bbleesss… .sssrrtt… .bleesssss nampak kedua batang kemaluan Amir dan Komar bagaikan piston mesin keluar masuk di kedua lubang Anita dengan cepatnya .

“Uuuggghhh… .bener…enak . .nich . .si eneng…ooohhh…Tantekontolku kejepit bener nich ama memek Tante si eneng… .oooohhh… .hhhmmmm… .ssslllrrrppp… .ooohh…hhhmm m…ssllrrrppp …oooohhh… .hhhmm… .sssllrrrpppp… .” Amir melenguh sambil mulutnya sibuk menghisap-hisap payudara Anita yang tepat bergantungan di depan wajahnya , kedua tangannya juga ikut meremas-remas kedua gunung kembar Anita itu .

“Adduuuhhh… .sudaaaahhh…saaakiiittt… .aaaduuuhhh…aaa mmppuuunn…saaakiitt… sudaaaahhh…baaanggg… .caabuuuttt…punya kaliann… .aaduuuhhh…” Anita merintih pura-pura kesakitan padahal dia merasakan enak yang luar biasa disetubuhi oleh mereka dengan kasar dan cepat .
“Eeehh…neng…nikmatin aja batang-batang kita ini… .hehehee… .ntar juga gak sakit lagi yang ada malah enak , oooohhh… . .neng…ooohhh…boolmu enak…bener nich…ooohhh… jarang dipake sich si eneng…jadi kesakitan dientot kita-kita… .hehehhee… .oooohhh… . sedaaaaapppp… .nikmaaaattt… .ooooohhh… ,” Komarpun melenguh keenakan .

“Gimana neng , enak gak dientot oleh dua orang sekaligus… .hahahahaha…pasti enak yach , kasihan si eneng biasanya jarang di entot yach , sekarang begitu dientot sekaligus dua orang yang ngentotin…pasti enak…yach…” si boss berkata pada Anita , sambil memegangi dagu Anita .
“Ampuun . .baannggg…ampppuunnn… .sudaaaahhh…baang…jan gann perkosa saya lagi aaddduuuhhhh…sakkkiiittt… . .” Anita berkata pura-pura minta di hentikan entotan mereka di kedua lubangnya , tapi dalam hatinya dia memohon untuk jangan berhenti mengentotin dirinya .

“Hahahahaha…kenapa minta berhenti… .kan si eneng jarang dientot ama lakinya , biar kita aja yach yang bantuin ngentotin… .kasihan kan tuch memek Tante kaga pernah ada yang tengokin ama ngairin… .hahahahaha…tenang neng…waktu kita masih panjang…kita akan bikin eneng puas ,” kata si boss lagi .

Sementara itu Komar semakin cepat menggerakkan tubuh Anita maju mundur , sehingga Tantekontolnya dan Tantekontol Amir semakin bertambah cepat keluar-masuk di kedua lubang Anita . Anitapun semakin merintih-rintih berpura-pura kesakitan , Komar dan Amirpun melenguh-lenguh keenakan merasakan jepitan lubang anus dan memek Tante Anita yang sempit , sementara itu Abdul dan sang boss mulai terangsang , batang-batang kemaluan mereka mulai bangun kembali , nafsu birahi mereka timbul kembali menyaksikan aksi kedua teman mereka yang sedang menggarap tubuh sexy Anita .

“Addduuuuhhh… .sudaaaahh…ssuddaaahh…ampppuunnn… .tol ong hentikan…aduuuhhh aamppuunn…” Anita merintih pura-pura kesakitan padahal sedang merasa keenakan di genjot oleh batang-batang kemaluan Amir dan Komar .

“Aaaacchhhh…neng…kalau enak bilang enak ajach ngerasain di entot kita-kita , oooohhh sedaaappp…nikmaaatt…bosss…mulutnya bawel juga tuch minta dientot juga kali… . Hehehehe… .masukin aja Tantekontolmu tuch kedalam mulutnya , lagian Tantekontolmu udah ngaceng lagi tuch boss…hehehehe . . .biar si eneng nich makin ngerasa keenakan… ooohhhhhh… .” Kata si Komar sambil mengerang keenakan .

Terlihat si boss menghampiri wajah Anita , Tantekontolnya yang sudah ngaceng itu di sodorkan ke mulutnya Anita , dan dengan cepat Tantekontolnya masuk kedalam mulut Anita yang sedang merintih-rintih pura-pura kesakitan , sekarang ke tiga lubang Anita sudah terisi oleh batang-batang kemaluan mereka , dan si boss hanya memegangi kepala Anita saja karena tubuh Anita yang bergerak maju-mundur akibat dorongan tangan si Komar di pinggang Anita , sehingga sang boss tidak perlu repot untuk memaju-mundurkan Tantekontolnya di mulut Anita .

“Uuaaaahhh… .lembutnya nich bibir si eneng , ayo neng kenyot-kenyot Tantekontolku…mending tuch mulut di pakai ngenyotin Tantekontolku daripada merintih kesakitan melulu…hehehe… oooohhh…sedaaappp… .yaaacchhh…kenyot…ayooo jangan malu-malu kenyot… . .ooohhh nikmatnya mulutmu neng ,” kata si boss yang merasakan enak Tantekontolnya keluar-masuk di mulut Anita .

“hhmmmm… .hhhmmmm… .hhhmmmm… . .ggllleeekkkk… . .hhhmmm m…gllleekkkk… .” Anita bergumam .

Ketiga batang kemaluan mereka yang memenuhi ketiga lubangnya membuat Anita semakin keenakan , tetapi sampai saat ini Anita tetap pura-pura kesakitan , dia pura-pura tidak mau meladeni permainan mereka padahal sesungguhnya Anita merasakan nikmat luar biasa merasakan perlakuan kasar mereka ini , sebetulnya dia ingin berteriak kepada mereka untuk mempercepat sodokan-sodokan mereka di kedua lubangnya . Ia sudah mendekati puncak kenikmatannya , lubang memek Tantenya semakin berdenyut , gelegak lahar kenikmatannya sudah di ambang pintu bersiap untuk muncrat keluar , tetapi Anita harus bersabar untuk tidak memperlihatkan pada mereka bahwa dirinya akan segera mencapai puncak kenikmatannya akibat sodokan-sodokan batang kemaluan mereka sampai dia yakin ke empat orang itu betul-betul takluk dan tunduk pada dirinya . Komar semakin menggila , kedua tangannya semakin cepat mendorong dan menarik tubuh Anita , dibarengi dengan gerakan pantatnya yang menghujam saat dia menarik pinggang Anita , sehingga Tantekontolnya menghujam dalam-dalam di lubang anus Anita , Komar merasakan puncak birahinya akan segera ia raih , gerakannyapun semakin bertambah cepat dan kasar , Amir sendiri terlihat mengangkat pantatnya saat Komar menarik tubuh Anita , sehingga Tantekontolnya juga semakin menyeruak masuk di lubang senggama Anita ,

Amirpun merasakan hal yang sama puncak kenikmatannya akan segera ia rengkuh .

“Mar…cepetin gerakan tanganmu itu…oooohhh…gua mau ngecret…nich…aaahhh…gak tahan lagi nich Tantekontolku dijepit memek Tantenya neng ini……enaaaakkk…beneerr…cepet…Mar . cepet… .uuuuuggghhh……gilaaaaa… . .memek Tantenyaa… .oooogghh h… .guaaaaa…ngecret . .
Dach…oooohhh……neng…terima…pejuhku…nich… .oooohhhh… . ,” Amir mengerang menyambut puncak kenikmatannya .

Ccreeeeettt… .ccreeett…creeeeett… .ccreeett… .ccreeet t… . .Tantekontolnya Amir memuntahkan lahar kenikmatannya di dalam relung senggama Anita , Anita merasakan dinding rahimnya menjadi hangat oleh semburan sperma Amir .

“udah ngecret…loe… .Mir… .oooouuugghhh…enak…gua juga mau ngecret nich…Tantekontolku juga . .enaaakkk dijepit boolnya… .ooohhh…neng… .gua juga mau keluar…nich… .ooohhh . . enak…ngentotin boolmu neng… .aaahhh… . .neng…terimaaaa… .spermaku…nich… .aaah h nikmaaaaat… .aaaahhh… . .neng… . .aaahhh… .neng… . .” Komarpun mengerang saat Tantekontolnya menyemburkan air maninya membasahi lubang anus Anita .

Creeeettt…creeettt… .creeettt…creettttt… .creeettt… . Tantekontol Komar menembakan sperma di lubang anus Anita , Anita merasakan hangat di dinding duburnya . Saat Komar dan Amir mencapai puncak kenikmatannya , ia sendiripun mengalami puncak kenikmatannya , hanya ia menahan agar tidak mengeluarkan erangan nikmat saat mencapai puncak kenikmatannya tersebut , tanpa disadari oleh Amir dinding memek Tante Anita berdenyut kencang saat menyemburkan lahar kenikmatannya , Amir juga tidak menyadari batang kemaluannya menjadi hangat karena saat itu dia sedang meresapi nikmatnya batang kemaluannya mengeluarkan spermanya . Sssrrrrr…sssrrrr…sssrrrrrr… .memek Tante Anita menyemburkan lahar kenikmatannya membanjiri lubang senggamanya dan membasahi Tantekontol Amir yang sedang berada dalam jepitan memek Tantenya .

“hehehehe…giliran kita lagi nich ngentotin si eneng ini… .ayo Dul , giliran kita bikin si eneng ini puas dientot…gua mau nyobain boolnya… .hehehehe…memek Tantenyakan udah gua cobain tadi , sekarang gua mau nyobain jepitan liang boolnya nich… .” Kata si boss .

“Ayoo…bos…gua juga pengen ngerasain jepitan memek Tantenya , tadi gua cuman di emut pake mulutnya sekarang gua pengen Tantekontolku ini di emut memek Tantenya…hehehehe…” jawab si Abdul .

Abdul mulai merebahkan tubuhnya , Tantekontolnya yang sudah sangat tegang dia pegangi dengan tangannya sehingga tegak mengacung , tanpa membuang waktu lagi si boss menarik tubuh Anita dan menaikkan ke atas tubuh si Abdul . Abdul langsung menempatkan Tantekontolnya ke selangkangan Anita , kepala Tantekontolnya bersentuhan dengan bibir memek Tante Anita , dan mulai menekan bibir memek Tante Anita . Si boss mengarahkan lubang senggama Anita agar tepat berhadapan dengan Tantekontol si Abdul , setelah melihat kepala Tantekontol Abdul berada tepat di posisinya dengan sekali hentakan si boss menekan pantat Anita ke bawah sehingga Tantekontol Abdul lenyap di telan lubang senggama Anita , Anita melenguh panjang akibat sentakan sekaligus tersebut .i Abdulpun mengerang keenakan saat Tantekontolnya langsung tenggelam di lubang senggama Anita .

“aaaaaaawwwww… ,” lenguh Anita .

“Uuuuggghhhh…gilaaaa… .bosss…bener-bener…rapet . .nich… . memek Tante… . .uuuuuggghhhh Tantekontolku kejepit sekali… . .uuuugghhh…enaaaakk… .bosss…enaaakkk…memek Tante si eneng nich…hehehehe…gak percuma kita ngerampok rumahnya dapet memek Tante begini sich…” kata si Abdul .

“Khan gua bilan dari tadi…emang memek Tantenya si eneng ini rapet sekali… .hehehehe…tahan jangan goyang dulu loe…gua mau masukin Tantekontolku nich…hehehehehe… . .ke boolnya… coba rapetnya sama gak sama memek Tantenya… .tahan… .neng…hehehhe . .terima nich Tantekontolku…hehehehe… .” Kata si boss sambil menempatkan Tantekontolnya di lubang anus Anita .

Sleeepppp… .kepala Tantekontol si boss terselip di lubang anus Anita , dan dengan sekali hentakan kuatnya menancapkan Tantekontolnya ke dalam anus Anita sementara kedua tangannya memegangi pinggang Anita dan menahannya agar tidak maju saat dia menyodokkan Tantekontolnya itu …blleeeessssssss… . Tantekontol si boss pun tenggelam di dalam lubang anus Anita .

“Aaaarrrgghhh… . .aaaadddduuuhhhh… . .aaaaddduuuuuhhhh … . .” Anita kembali melenguh .

“Ooouuugggghhh… .gilaaaa…nich boolnya rapet jugaaa… .biar udah dimasukin Tantekontol si Komar tapi masih rapet sekali…oooouuggghhhh… . .” Si Boss mengerang .

“Hooh… .memek Tantenya juga masih rapet nich boss , padahal udah Tantekontol-Tantekontol kalian udah menyodok-nyodoknya… .hehehehehe… .apalagi sekarang Tantekontolmu sedang ada di boolnya jadi tambah sempit nich memek Tante… .gak rugi kita boss masuk ke rumah ini… .” Kata si Abdul .

“Ssshhhhh…Tahan… .jangan gerak dulu kalian…ssshhhhh ,” tiba-tiba Anita berkata pada si boss dan si Abdul saat si boss hendak menggerakkan pinggangnya .

Anehnya si boss langsung menuruti perkataan Anita , nampaknya ilmu Ki Jaya sudah mengena pada diri si boss , merasakan bahwa si boss menghentikan gerakannya . Anita tahu bahwa ilmu Ki Jaya sudah bekerja pada mereka semua .

“Mulai sekarang kalian harus patuh samaku ,” lanjut Anita .

“Iyach neng… .yang penting kita di kasih kenikmatan sama si eneng aja dach ,” jawab mereka serempak .

“Baiklah , sekarang kalian berdua entotinaku sampai puas… .” Kata Anita sambil tersenyum .

“Baik…neng…akan kami lakukan . .permintaan si eneng… .kami akan bikin si eneng merem-melek… .” kata si boss sambil menyeringai .

Anita mulai memaju-mundurkan pantatnya sehingga kedua batang kemaluan yang sedang menyumpal kedua lubangnya itupun keluar masuk dengan sendirinya . Si boss dan Abdul dibuatnya merem-melek oleh gerakan Anita tersebut , Abdul mulai mengimbangi permainan Anita , kedua payudara Anita yang jadi sasaran serangannya . Gunung kembar yang bergoyang di depan matanya segera ia raih dan Abdul mulai meremas-remas keduanya dengan penuh nafsu dan kasar , membuat Anita melenguh-lenguh menikmati remasan-remasan kasar tangan Abdul di kedua payudaranya , tak hanya kedua tangannya saja yang bergerak mulutnyapun mulai ikut membantu menyerang kedua bulatan dan kedua putingnya , silih berganti kedua putingnya dan bongkahan itu ia hisap-hisap kuat . Si boss tidak mau ketinggalan kedua tangannya mulai meremas-remas pantat Anita kadang-kadang menampar-nampar pantat itu sehingga kedua bongkahan pantat Anita yang putih menjadi kemerahan akibat tamparan-tamparan telapak tangan si boss . Anita semakin melenguh menikmati permainan kasar kedua orang ini .

“Ooouugghhh…teruuuss…terusss…yacch… .tampar…pantatk


u…ooohh…hisaaapp . .tetekku…oooohhh…terusss . .tteruuu sss…aaachhh…nikmat…oooggghhh… .tekan lebih dalam Tantekontolmuuuu…ooouugghh…iyyaaaachhh…begituuuu…puaskk annn…akuu… .” Lenguh Anita .
Dorongan tubuh Anita kebelakang di sambut dengan gerakan si boss yang memajukan pantatnya sehingga batang kemaluannya melesak lebih dalam di lubang anus Anita , membuat Anita tambah keenakan akibat ulah si boss itu , belum lagi dengan tamparan-tamparan halus yang silih berganti menghajar bongkahan pantat Anita kiri dan kanan , Komar dan Amir yang menyaksikan aksi Anita yang heboh mulai kembali terbangkit nafsu birahinya , batang kemaluan mereka perlahan-lahan mulai bangkit kembali , tak menunggu lama batang kemaluan mereka sudah ngaceng sempurna , Anita yang sedang menikmati kedua lubangnya disodok-sodok Tantekontol Abdul dan si boss melihat batang kemaluan Komar dan Amir yang kembali ngaceng .

“Ehh . .kaliaaan… .kemariii…cepatt… . .aku pengen ngemutin Tantekontol-Tantekontol kalian… .oooohhh aaaccchhh…ssshhh… .cepppaaatt…yang lebih keraaaass…aacchhh . .tekaaan…yang lebih kerasss…lebih dalamm…ooouuugghhh… .” Anita mengerang .

Tanpa disuruh dua kali kedua orang itu menghampiri Anita yang sedang asyik berguncang-guncang menikmati sodokan-sodokan kedua teman mereka , Komar mengambil posisi di sebelah kiri Anita sedangkan Amir di sebelah kanan Anita , hampir berbarengan keduanya mengasongkan Tantekontolnya masing-masing kehadapan Anita , sambil masih asyik memaju-mundurkan pantatnya , kedua tangan Anita mulai meraih kedua batang kemaluan Komar dan Amir , kedua tangannya mulai mengocok-ngocok batang kemaluan mereka , mulutnyapun mulai ikut bermain , batang kemaluan Komar yang mendapat giliran pertama di emut oleh mulut Anita . Komarpun melenguh merasakan emutan mulut Anita di Tantekontolnya , sementara Amir mendesah merasakan kocokan tangan Anita , puas dengan ngemutin Tantekontol Komar , giliran Tantekontol Amir yang diserbunya , begitulah silih berganti kedua batang kemaluan Komar dan Amir di emut-emut dan dijilat-jilat oleh mulut dan lidah Anita , keduanya merem-melek menerima perlakuan Anita pada batang-batang kemaluan mereka .

Malam itu Anita betul-betul merasa puas sekali bersetubuh melawan ke empat orang ini , silih berganti Tantekontol-Tantekontol mereka mengisi semua lubang-lubang yang dimilikinya , jika si boss sedang memakai memek Tantenya maka si Amir yang ngentotin lubang anusnya , lalu mulutnya di isi oleh Tantekontol si Komar , jika si Abdul sedang menyodominya maka giliran si Komar menyodok memek Tantenya dan si boss menyodok-nyodok mulutnya . Entah berapa kali lahar kenikmatan Anita tumpah malam ini melayani nafsu birahi para lelaki perampok itu . Begitupula dengan ke empat orang perampok itu entah sudah berapa kali Tantekontol-Tantekontol mereka memuntahkan air maninya di dalam relung-relung memek Tante Anita . Persetubuhan yang mereka lakukan akhirnya terhenti saat mau memasuki adzan subuh , akhirnya ke empat orang itu meninggalkan rumah Anita setelah terlebih dahulu meninggalkan nomor HP mereka kepada Anita , bila suatu saat Anita membutuhkan mereka untuk apa saja mereka akan datang untuk membantu Anita , dan merekapun keluar dari rumah Anita dengan tangan kosong , tanpa membawa sesuatu benda apapun dari rumah Anita , tapi atas jasa-jasa mereka yang telah memberikan kepuasan kepada Anita , Anita menghadiahi mereka sejumlah uang .
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Cerita Dewasa dengan judul Cerita Bokep Mau Nyolong Eh Malah Jadinya Ngentot Tante Jablay. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://dontsayowt.blogspot.com/2013/12/cerita-bokep-mau-nyolong-eh-malah.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Dimaz Satria - Wednesday, 4 November 2015

Belum ada komentar untuk "Cerita Bokep Mau Nyolong Eh Malah Jadinya Ngentot Tante Jablay"

Post a Comment